“…Pada akhirnya kita akan melindungi hanya apa yang kita cintai, Kita akan mencintai hanya apa yang kita mengerti dan Kita mengerti hanya apa yang dikenalkan pada kita…”
Proses pembelajaran yang baiklah menjadi kunci kita untuk melindungi apa yang kita cintai. Dalam usaha pengenalan sesuatu sehingga kita mampu mencintai sepenuh hati sangatlah jarang kita dapatkan. Karena dalam proses belajar yang kita lalui sangat jarang melalui proses pembelajaran yang mengeksplorasi / menggali kemandirian dan menggunakan secara maksimal panca indra sehingga banyak generasi muda kita yang terhambat perkembangan sosial dan emosinya sehingga mengakibatkan banyak generasi muda sekarang tidak percaya pada kepercayaan-kepercayaanya, keinginannya menjadi tidak mantap serta kebingungan tentang diri sendiri dan masa depannya. Dalam memantapkan perkembangan sosial dan emosi usia generasi muda diperlukan kesempatan untuk berhubungan yang lebih interaktif dengan subyek pembelajaran. Karena pembelajaran yang menggunakan secara maksimal panca indra akan lebih memberikan hasil yang maksimal untuk proses pembelajarannya. Melalui Kegiatan Adopsi Kali Surabaya yang berbasis pada pemahaman akan kondisi setempat, diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman individu akan situasi yang dialami dalam lingkungannya dan memicu ide-ide tentang solusi. Melalui ini pula akan dapat dijalin network diantara generasi muda untuk mensosialisasikan masalah-masalah kesehatan lingkungan khususnya air.
Tujuan
- Tumbuhnya kesadaran dan partisipasi generasi muda dan anak akan haknya untuk memperoleh standar kehidupan yang memungkinkan dirinya hidup sehat baik secara fisik, psikis maupun sosial.
- Berkembangnya kesadaran akan keterkaitan antara kondisi lingkungan yang sehat pencemaran efeknya pada kesehatan mereka.
- Memantapkan keyakinan akan kemampuan dirinya untuk berperan dalam mensosialisasikan pengetahuan, pemahaman serta semangat pada teman sebaya dan pada lingkungan yang lebih luas melalui kegiatan Ekstrakurikuler.
- Melatih kemampuan generasi muda dan anak dalam menuangkan gagasan dan ide dari hasil pengamatan melalui media tulisan/reportase dan tindakaan nyata sesuai kemampuannya.
Peserta
Siswa SMP dan SMA Kelas Satu Usia 12 hingga 16 tahun
Indikator Keberhasilan
Terbentuk Jaringan Pemantau Kali Surabaya yang nantinya diharapkan berguna untuk : sekolah : menjaring lebih banyak sekolah untuk bergabung dalam Jaringan Pemantau Kali Surabaya
siswa : Siswa dapat melakukan pemantauan lingkungan secara mandiri
ecoton : river watch di sepanjang Kali Surabaya yang akan terlaksana dalam waktu bersamaan dengan lokasi yang tersebar di DAS Kali Surabaya
PDAM : Terbentuk kelompok peduli air Kali Surabaya yang dapat menjadi Kader yang dapat mensosialisasilan program hemat air dan ikut serta menjadi kelestarian sumber air baku PDAM Kota Surabaya
- Dalam jangka waktu 3 bulan dapat mengajak minimal 2 temannya untuk berperan serta dengan melakukan koordinasi dengan Guru.
- Siswa telah mampu melakukan pemantauan kualitas air sungai (Kali Surabaya) dan mengenal metode pemantauan:
- Lingkungan yang sehat (Biodiversitas Sungai)
- Makrofauna air tawar, Parameter biologi dan Parameter fisika kimia
- Siswa dapat mengidentifikasikan a. pentingnya hutan yang ada dihulu Kali Surabaya, b. Sumber pencemaran di Kali Surabaya, c. alternative solusi pencemaran air sungai, d. siklus hidrologi air dan e. membuat bagan sederhana unit pengolahan air PDAM
- Pada akhir program siswa dapat mengekspresikan pikiran-pikirannya tentang kesehatan dan masalah lingkungan. Bentuk ekspresi akan dapat dicermati melalui ungkapan-ungkapan yang mencerminkian hal-hal berikut ini, yaitu :
- Apresiasi mengenai sumberdaya air.
- Keterkaitan antara kesehatan dengan kualitas dan ketersediaan air
- Harapan-harapan anak tentang Kelestarian sumber air
- Bentuk pencemaran air
- Ide mengarah pada solusi kerusakan lingkungan dalam bentuk karya tulis / artikel / reportase.
