Sahabat air dan Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) Berinisiatif menjalankan program ADOPSI KALI SURABAYA karena tingginya tingkat pencemaran air Kali Surabaya yang menjadi 95% bahan baku PDAM kota Surabaya. Wilayah Kali Surabaya mencakup Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya sepanjang 42 Km dari Pintu air Mlirip Mojokerto hingga Pintu Air Jagir Wonokromo.
Dari kajian yang kami lakukan pada tingkat Pencemaran Air Kali Surabaya, menyimpulkan bahwa
A. Kali Surabaya mengalami kelebihan beban pencemaran, sehingga melebihi daya tampung Kali Surabaya, sehingga meskipun volume limbah yang dibuang dikali Surabaya dikurangi 50% dari volume yang ada sekarang kualitas air Kali Surabaya masih belum memenuhi standar peruntukkannya. Saat ini setiap hari 74 ton BOD dibuang di Kali Surabaya.
B. Tingginya tingkat pencemaran Logam berat Merkuri di Kali Surabaya, pada beberapa lokasi di Kali Surabaya tingkat pencemaran Merkuri menunjukkan 0,09 mg/L atau 90 Kali Lipat dari standar ketentuan tentang peruntukkan kelas air sebagai bahan baku air minum sebesar 0,001 mg/L.
C. Tingginya tingkat kontaminasi bakteri E-Coli , Bakteri E-Coli umumnya berasal dari kotoran manusia. Bakteri E-Coli di Karang Pilang dan Ngagel/jagir mencapai 64000 sel bakteri/100 ml contoh air, sedangkan di intake Kali Pelayaran E-Coli di air mencapai 20000 sel bakteri/100 ml contoh air, Padahal sebagai bahan baku air minum jumlah E-Coli dalam air tidak boleh melebihi 1000 sel bakteri/100 ml contoh air
Menggunakan pendekatan Unik
- School Innitiative to save Biodiversity, Penyelamatan keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis riparian oleh Sekolah-sekolah (SMP-SMA) di Kawasan DAS melalui penguatan kapasitas sekolah dalam melakukan penelitian dan mengemasnya menjadi media informasi dan pendidikan
- Children can makes Different,Program ini didesain untuk mudah dilakukan oleh siapa saja dan memberikan kesempatan utama kepada Anak/pelajar dapat melakukan perubahan pada lingkungannya,
- Relawan Kali Brantas, Dalam proses penguatan kapasitas sekolah Relawan yang terdiri dari mahasiswa pendamping berperan sebagai motivator yang merangsan timbulnya interaksi intensif dan mekanisme konsultasi/sharing informasi berkala antara Sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, BUMN, komunitas masyarakat sungai dan jurnalis sekaligus sebagai sarana monitoring dan evaluasi
- Multistakeholder, melibatkan beragam stakeholder : Dukungan Pemerintah (legislative dan executive) sebagai legal status program ini, dukungan perguruan tinggi, assosiasi profesi dan LSM dalam capacity building, dukungan masyarakat bantaran sungai, dan industry.
(i) Melibatkan multistakeholder dan memberikan keuntungan bagi stakeholder
- Komunitas /masyarakat sekitar DAS, Children can makes Different,Program ini didesain untuk mudah dilakukan oleh siapa saja dan memberikan kesempatan utama kepada Anak/pelajar dapat melakukan perubahan pada lingkungannya, sehingga akan memunculkan pesan Anak-anak saja mampu melakukan kenapa orang dewasa tidak?
- Sekolah, Domino Effect,program ini memiliki fungsi ganda,
a. pemanfaatan bantaran kali sebagai Media belajar dan laboratorium sekolah, saat ini di Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya topic lingkungan hidup sudah masuk dalam kurikulum sebagai mata pelajaran monolithic maupun terintegrasi dalam mata pelajaran lainnya, selain itu pemerintah juga melaksanakan program adiwiyata yang menuntut sekolah memiliki misi untuk ikut melakukan upaya-upaya pengelolaan lingkungan dan berusaha untuk menjadi solusi bagi masalah lingkungan disekitar sekolah, program ini tentu akan menjadi menarik minat sekolah untuk mengimplementasikannya.
b. Program adopsi Sungai secara langsung akan memberi manfaat terjaganya bantaran kali dari pemanfaatan non-konservasi seperti menjadi tempat pembuangan sampah atau bangunan.
c. membangun brand image sekolah/peluang menjadi sekolah percontohan
d. media promosi bagi sekolah
- Pemerintah, Monitoring pemanfaatan bantaran, selama ini Pemerintah merasa kesulitan dalam melakukan pengawasan pemanfaatan bantaran. Dengan program ini akan terbangun mekanisme pelaporan apabila terjadi pelanggaran pemanfaatan bantaran.
- Perguruan tinggi, tempat implementasi ilmu pengetahuan, wahana riset, implementasi tridarma perguruan tinggi
- Journalis, jaringan multistakeholder, mendapatkan gudang berita dan narasumber lingkungan
- Komunitas, menerima transfer pengetahuan dan dengan terjaganya fungsi ekologis bantaran maka membawa dampak terjaganya kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal
(ii) Implementatif dan berkelanjutan
Simbiose mutualisme
Terbangunnya partnership antara Pemerintah dengan stakeholderlainnya terutama sekolah dan komunitas untuk mengamankan fungsi ekologis bantaran sungai sedangkan sekolah membutuhkan bantaran untuk media pendidikan lingkungan
Suistainable Network
Sunrise house Forum, sebagai jaringan antara stakeholder yang memiliki agenda pertemuan rutin setiap dua minggu yang berperan sebagai capacity builder dan sarana Monitoring evaluasi dan forum ini akan terus eksis meskipun program berakhir
Suistainable Support
Di Indonesia sedang dilakukan implementasi CSR, awalnya baru industry Multinasional yang melakukannya dan saat ini banyak industry di Jawa Timur yang akan implementasi namun masih mencari bentuk CSR yang effektif, program adopsi bisa menjadi pilihan utama CSR di Jawa Timur
Legal Support
Program ini dilengkapi dengan MoU dan sertifikat pihak pelaksana oleh pemerintah.
(iii) 6 Nilai manfaat Program Adopsi
Open Mind, Membuka mata semua pihak tentang potensi Keanekaragaman hayati, sehingga setelah mengetahui dan mengenal akan muncul spirit untuk mencintai. Menjaga bantaran Sungai selain sudah berpartisipasi dalam menyelamatkan keanekaragaman hayati juga meningkatkan pengetahuan kita tentang keanekaragaman hayati eksosistem sungai.
Equality, jembatan sharing informasi/mekanisme knowledge transfer yang efektif antara Stakeholder
Common responsibility, Menjaga keanekaragaman hayati sumberdaya alam menjadi kewajiban bersama melalui mekanisme monitoring partisipatif.
River as a Life laboratory, Sungai bisa menjadi sarana pembelajaran yang kongkret, aplikatif, terjangkau dan membawa manfaat bagi lingkungan sungai.
Nature Guardian School, sekolah dapat berperan sebagai penyelamat keanekaragaman hayati dan pelindung sumberdaya alam.
Relawan’s power, tersusunya informasi keanekaragaman hayati sungai dan Panduan-panduan penyelamatan sungai yang disusun oleh pelajar dan mahasiswa pendamping. Yang tentunya sederhana dan mudah dimengerti seperti cahaya matahari pagi yang mudah dirasakan manfaatnya oleh manusia dan sangat mudah bagi kita untuk menerimanya.
(iv) Memotivasi
1. Merangsang orang untuk secara bijaksana memanfaatkan bantaran sungai
2. Meningkatkan pemanfaatan bantaran secara ramah/organic (Budidaya tumbuhan obat, , 3. sayuran, tanaman langka, tanaman buah, composting dan ekowisata.
4. Metode belajar dialam