IKAN MATI KADO PAHIT PERPISAHAN IMAM UTOMO

 

Ikan mati massal di Kali Surabaya serasa menjadi kado perpisahan Imam Utomo yang telah menjabat sebagai gubernur tak kurang dari 9 tahun sejak 1999.

Setiap Tahun di Masa jabatannya selalu saja terjadi peristiwa ikan mati missal dan selalu saja tidak pernah ada industri yang dimintai pertanggung jawaban oleh Imam Utomo atas kematian ikan secara missal yang mengancam kelangsungan KaliSurabaya.

 

Peristiwa ikan munggut kembali terjadi di Kali Surabaya pada hari Selasa sore 12 Agustus 2008 hingga 13 Agustus 2008 pagi hari di Kali Surabaya mulai dari Desa Driyorejo sampai Karang Pilang Surabaya. Kemerdekaan dari penindasan dan penjajahan yang akan diperingati oleh bangsa Indonesia ternyata tidak dimiliki oleh biota penghuni Kali Surabaya yang dianggap tidak memiliki hak untuk hidup. ECOTON mendesak Pemerintah Propinsi untuk segera menyelidiki dan mengumumkan nama industri penyebab kematian ikan kali ini, meskipun ECOTON telah mengantongi nama industri yang telah membuang limbah beracun ke Kali Surabaya sehingga mencemari air sungai dan membunuh biota penghuni sungai.

Saat ini pemerintah belum memiliki prosedur yang jelas untuk menanggulangi dan mencegah kematian ikan massal, padahal peristiwa ikan munggut mulai terjadi pada tahun 1975 ketika sebuah industri mulai beroperasi. Sejak tahun 2000 ikan munggut telah menjadi insiden rutin yang terjadi setiap musim kemarau, dimana debit air Kali Surabaya menurun  sedangkan debit limbah yang dibuang ke Kali Surabaya cenderung tetap sama dibandingkan ketika musim hujan dengan debit air sungai tinggi.

 

ECOTON Menilai Gubernur Jatim Gagal mengelola Kali Surabaya dan mendesak agar kewenangan pengelolaan dilimpahkan pada Menteri Pekerjaan Umum dan Pengairan dan mendesak untuk segera menyelidiki penyebab terjadinya ikan munggut di Kali Surabaya untuk mencegah peristiwa yang sama terulang kembali di masa yang akan datang. Kematian ikan tidak hanya menyebabkan kepunahan ikan di Kali Surabaya, tetapi juga mengganggu keseimbangan rantai makanan dalam ekosistem sungai dan menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat. Untuk itu Pemerintah harus melindungi kesehatan masyarakat dengan melakukan pengujian apakah ikan munggut aman untuk dikonsumsi masyarakat. Hasil penyelidikan penyebab kematian ikan dan hasil pengujian keamanan ikan munggut untuk dikonsumsi masyarakat harus dipublikasikan kepada masyarakat, agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati sebelum mengkonsumsi ikan yang munggut di Kali Surabaya, serta dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi memantau aktivitas pembuangan limbah ilegal yang mencemari Kali Surabaya dan menyebabkan kematian ikan.

 

Selain itu ECOTON mendesak Menteri PU dasnPengairan sebagai koordinator Pengelola Kali Surabaya sebagai bagian dari DAS Brantas untuk membentuk badan koordinasi pemulihan pencemaran Kali Surabaya yang dipimpin langsung oleh Menteri untuk melakukan

1.    monitoring terhadap industri-industri potensial pencemar, berupa pemantauan rutin dan inspeksi mendadak (sidak) dengan mempublikasikan nama-nama industri yang melanggar peraturan pengelolaan lingkungan dan pengendalian pencemaran

2.    Memanggil industri berpotensi menimbulkan pencemaran untuk membuat pernyataan untuk melakukan optimalisasi operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), karena limbah yang meracuni Kali Surabaya umumnya dibuang tanpa melalui proses pengolahan

3.    Melakukan proses penegakan hukum lingkungan terhadap industri yang terbukti membuang limbah tanpa diolah secara illegal ke Kali Surabaya dan telah membahayakan ketersediaan sumber air bagi masyarakat Jawa Timur saat ini dan bagi generasi yang akan datang.

4.    Menerapkan instrumen ekonomi sebagai sumber pembiayaan pemulihan pencemaran Kali Surabaya dan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian pencemaran dengan menerapkan denda bagi industri yang melanggar peraturan pengendalian pencemaran dan memberikan reward bagi industri yang mematuhi peraturan lingkungan, misalnya keringanan serta menyediakan kredit ibagi perusahaan untuk investasi untuk membangun fasilitas pengendalian pencemaran industri .

 

Upaya ini menjadi keharusan untuk segera dilakukan atau memang Gubernur sengaja membunuh ikan dan biota penghuni Kali Surabaya serta merampas hak masyarakat untuk mendapatkan sumber air yang sehat dan sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.

 

 

 

Surabaya, 12 Agustus 2008

 

Daru Setyo Rini, SSi., MSi.

Program Development Manager

Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan BasahECOTON

 

 

KRONOLOGIS KEJADIAN IKAN MATI MASSAL KALISURABAYA

 

Ikan munggut sepertinya telah menjadi insiden rutin di Kali Surabaya yang terjadi pada setiap musim kemarau. Ikan munggut adalah terjadinya kematian ikan, kepiting dan udang air tawar yang terjadi secara massal dan tiba- tiba. Ribuan ekor ikan secara bersamaan tampak lemas dan berenang lambat dan berputar-putar di permukaan air dengan bagian perut menghadap ke bawah, bahkan sebagian tampak mati mengambang.

 

12 Agustus 2008

Dimulai dari Driyorejo 12 Km dari PDAM kota Surabaya

Peristiwa ikan munggut atau ikan mabuk diawali dengan munculnya koloni udang air tawar, jangkang atau yuyu, yaitu sejenis kepiting kecil yang hidup di sungai. Yuyu dan udang muncul ke permukaan dan gerakannya lambat sehingga mudah ditangkap oleh ibu-ibu yang tinggal di dekat sungai untuk dimasak botok. Setelah sekitar 30 menit, gerombolan ikan-ikan tampak muncul dalam kondisi lemas, gerakannya lambat atau berenang terbalik dengan bagian perut di atas, bahkan sebagian ikan mati mengambang. Jenis ikan didominasi oleh ikan bader yang berukuran tidak terlalu besar, dengan panjang antara 10-25 cm dan ikan mujaer. Ikan yang munggut tampak memiliki ciri-ciri yang khas, yaitu mengalami pendarahan dan berwarna kemerahan di bawah mulut, perut dan bagian sirip. Selain itu sisik ikan bader tampak terkelupas, padahal ikan yang sehat memiliki sisik yang melekat kuat pada kulit.

 

12 Agustus 2008

Pukul 3 sampai 6 sore.

Warga Bambe beramai-ramai mengambil ikan, jangkang dan udang yang bergerak lambat karena keracunan limbah. Ibu Asih, salah seorang warga Bambe berhasil mengumpulkan 1,5 kg ikan bader dan mujair. Ibu Liah dan Ibu Dawoto berhasil mengumpulkan 5 kg jangkang dan yuyu, bahkan seorang pria operator perahu penyeberangan (tambangan) berhasil mengumpulkan 7kg ikan bader.

 

13 Agustus 2008

Bangkai Ikan ditemukan menyangkut pada alang-alang di daerah Warugunung hingga PDAM Karang Pilang, air sungai berubah amis dan menimbulkan bau busuk disekitar bantaran Kali.

 

Peristiwa kematian ikan kali ini terjadi pada siang menjelang sore, dimana aktivitas fotosintesis dapat meningkatkan kandungan oksigen terlarut dalam air. Kandungan oksigen terlarut air Kali Surabaya pada saat kejadian ikan munggunt masih cukup tinggi, yaitu 4,64 mg/L. Oleh sebab itu penyebab kematian ikan kali ini kemungkinan karena adanya pembuangan limbah industri yang mengandung bahan beracun yang berbahaya bagi kehidupan biota sungai. Air sungai terasa kesat dan menyebabkan kulit menjadi kering dan gatal. Untuk itu masyarakat sebaiknya tidak mengkonsumsi ikan yang munggut untuk mencegah dampak yang membahayakan kesehatan manusia. 

 

Ikan mati dapat terjadi secara alami ataupun akibat pembuangan limbah beracun ke sungai. Kematian ikan umumnya disebabkan oleh penurunan kandungan oksigen terlarut dalam air sungai sehingga menyebabkan ikan tidak bisa bernafas dan mati kekurangan oksigen. Kematian ikan akibat kekurangan oksigen biasanya terjadi pada malam atau dini hari, dimana aktivitas fotosintesis berhenti akibat tidak adanya matahari, tetapi aktivitas respirasi atau pernafasan oleh biota sungai tetap berlangsung, sehingga kandungan oksigen dalam air terkuras habis untuk respirasi tanpa ada penambahan oksigen. Akibatnya ikan pun kekurangan oksigen dan tidak dapat bernafas.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: