Kolaborasi Mahasiswa dan Pemuda Karang Taruna, Selamatkan Air Kali Surabaya

Kelompok mahasiswa dan pemuda karang taruna yang menamakan dirinya Changemaker bahu membahu melakukan pemantauan kualitas air Kali Surabaya, seperti diketahui dalam 10 tahun terakhir kualitas air Kali Surabaya berada pada tingkat yang membahayakan, bahkan 2 tahun terakhir PDAM kota Surabaya yang mengambil pasokan utama airnya dari KalI Surabaya mengalami kesulitan dalam mengolah air, sehingga seringkali terjadi PDAM tidak beroperasi karena buruknya kualitas air. Selain itu air Kali Surabaya adalah menunjang hajat hidup bagi 2,4 juta penduduk yang tinggal di DAS (Daerah Aliran Sungai) Kali Surabaya.

Atas dasar keprihatinan ini Lembaga Kajian Ekologi danKonservasi Lahan Basah bersama Yayasan KEHATI, Perum Jasa Tirta 1 Malang dan PT HOLCIM INDONESIA Tbk melatih 40 pemuda dengan dibekali ketrampilan pemantauan kualitas air dengan bioindikator, penulisan berita lingkungan, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk menunjang perekonomian masyarakat.

The Changemaker terdiri dari 25 Mahasiswa dari Beberapa universitas di Surabaya ( Unair, ITS, Unesa, UPN dan Ubhara) juga bergabung dalam acara ini adalah 15 pemuda dari Desa-desa yang terletak di daerah aliran Kali Surabaya diantaranya Desa Bambe, Desa Cangkir, Desa Driyorejo, Desa Krikilan, Desa Sumengko, Desa Wringinanom dan Desa Sumberame.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian air di Kali Surabaya dan menunjukkan potensi keanekaragaman hayati Kali Surabaya.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala ASA IV Perum Jasa Tirta Ir Achmad Syam di Gedung Serba Guna Perum Jasa Tirta Jl Raya Karah 6 Surabaya, dalam sambutannya Ir Achmad Syam menyatakan bahwa kegiatan yang digelar oleh The Changemaker ini adalah tepat waktu karena saat ini Pemerintah Jawa Timur danPerum Jasa Tirta sedang gencar melakukan upaya sosialisasi program Kali Bersih kepada industri-indutri KaliSurabaya.” Kegiatan ini (susur sungai red) sangat tepat dilakukan oleh para mahasiswa dan pemuda Karang taruna, karena kami juga sedang melakukan upaya-upaya Sosialisasi Prokasih pada industri disepanjang KaliSurabaya, sehingga perlu sinergis dan keberlanjutan program ini,” Ujar Pak Syam saat memberikan sambutan, lebih lanjut ia menyatakan bahwa Perum Jasa Tirta akan membantu kegiatan-kegiatan selanjutnya yangdilakukanoleh TheChangemaker.

Kegiatan Susur sungai dimulai di bagian paling hulu Kali Surabaya di Pintu Air Mlirip, kemudian diteruskan hingga hilir daerah Driyorejo, dalam pemantauan ini peserta menyimpulkan bahwa telah terjadi penurunan kualitas air dari hulu hingga hilir. Menurut Siti Mahmudah mahasiswa Teknik Lingkungan ITS mengatakan bahwa penurunan kualitas air dapat dilihat dari parameter DO (Dissolved Oxygen) yang terus menurun kadarnya dari hulu ke hilir, di kawasan hulu DO mencapai 6,5 mg/L namun dikawasan hilir turun hingga 2,3 mg/L.”Air Kali Surabaya sudah tidak layak dijadikan bahan baku PDAM karena kadar DO rata-rata dalam pemantauan kami sudah jauh dibawah standar air kelas 1 dimana kadar Do tidak boleh kurang dari 6 mg/L,” Ujar Mahasiswa asal Wlingi Blitar yang juga anggota Pecinta Lingkungan SIKLUS ITS. Tingkat pencemaran juga dapat dilihat dari kadar TDS (Total Dissolved Solid) yangterus meningkat dari 150 ppm di kawasan hulu meningkat hingga 670 ppm di hilir padahal dalam kondisi normal TDS tidak boleh lebih dari 500 mg/L.


 

Jamu KaliSurabaya

Selain melakukanpemantauan kualitas air kelompok Changemaker juga melakukan kunjungan ke kebun TOGA (tumbuhan Obat Keluarga) pak Kasimin di Desa Lebani Waras Wringinanon Gresik.Pak Kasimin ini telah mengkoleksi lebih dari 200 jenis tumbuhan obat kali Surabaya. Peserta yang hadir disuguhi jamu sehat berupa campuran Asem, Selasih, akar alang-alang, akar putrimalu dan kunir. ” Jamu yang rekan-rekan minum berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh, 95% bahan bakunya berasal dari bantarankalI Surabaya,” Ujar Pak Kasimin. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa KaliSurabaya menyimpanpotensi tumbuhan obat yang perlu diselamatkan,karena saat ini bantaran sungai terancam aktivitas pemukiman. Setelah mengunjungi depot jamu Pak Kasimin, peserta menuju SMAN 1 Wringinanom, sekolah ini selama 2 tahun terakhir melakukan identifikasi keanekaragaman hayati serangga dan tumbuhan obat di Kali Surabaya, hasilnya mereka menemukan 121 Tumbuhan obat dan 67 jenis serangga.

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Sebagai tindak lanjut kegiatan ini maka peserta akan melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan Kali Surabaya diantaranya dengan melakukan pameran foto lingkungan ke sekolah-sekolah dan mendampingi sekolah untuk bersama-sama menyelamatkan Kali Surabaya. Masyarakat disepanjang kali Surabaya mungkin tidak sayang pada kali surabaya karena selama ini mereka belum dikenalkan dengan potensi keanekaragaman hayatinya, maka dengan  mengenalkan keanekaragaman hayati diharapkan dapat mengentalkan kecintaan masyarakat pada kali surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: