TELIK SANDI KAWAL PENGGREBEKAN 3 PENCEMAR KALI SURABAYA

Tim Patroli Gabungan Kali Surabaya yang terdiri dari Polwiltabes Kota Surabaya, Perum Jasa Tirta 1 Malang dan Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur pada Jumat 9 Januari 2009 pukul 18.00 WIB hingga sabtu dini hari berhasil menggrebek 3 perusahaan kontributor pencemaran di Kali Surabaya.
Yang pertama adalah PT SAK (pabrik kertas) pabrik ini kepergok membuang limbah cair berwarna putih kebadan air kali Surabaya.” Saat kami melakukan patroli dan melintas di outlet pembuangan limbah PT SAK, kami menemukan limbah cair yang dibuang berwarna putih susu,” Ujar I Gede Astawa Penyidik dari BLH Jatim, lebih lanjut Gede menyatakan bahwa saat penggrebeka terjadi saat ini air Kali Surabaya sedang tinggi dan menutup sebagian outlet PT SAK sehingga sulit terpantau.
Tim gabungan akhirnya merangsek masuk kedalam perusahaan dan mengambil air limbah kedalam Inlet pabrik. PT SAK.
Sementara itu komandan Telik sandi Kali Surabaya, Amiruddin Mutaqien menyatakan sangat mendukung kegiatan patroli gabungan yang dilakukan oleh Pihak-pihak yang terkai.” Baguslah kalau Pihak-pihak terkait seperti BLH Jatim dan Jasa Tirta sudah mulai serius menangkapi semua perusahaan pencemar di Kali Surabaya,” Ujar Amir pada ecotondotcom. Menurut catatan Telik sandi Kali Surabaya merupakan perusahaan yang kerap melakukan tindak keonaran di kali Surabaya. Pada tahun 2002 perusahaan ini divonis bersalah atas perilaku membuang limbah tanpa diolah diatas Kali Surabaya sehingga pengadilan Negeri Gresik menjatuhkan vonis Rp 5Juta.

Pelaku dugaan pencemaran yang kedua adalah PT TAS, perusahaan yang berdomisili di desa Tenaru ini adalah produsen makanan ringan dan makanan olahan yang membuang limbahnya ke Kali Tengah, padahal dari catatan Telik sandi Kali Surabaya PT TAS ini kerap melakukan tindakan melawan hokum dengan membuang limbah tanpa diolah di Kali Tengah. Desember 2008 PT TAS dibebaskan dari segala dakwaan atas tuduhan pencemaran lingkungan Kali Tengah yang kasusnya ditangani Polda Jatim pada tahun 2005. Sebelumnya pada tahun 90-an pabrik ini hampir saja dibakar warga karena diduga membuang limbah yang menyebabkan kerusakan sawah warga desa Tenaru.

Pada akhir patroli saat mendekati pukul 12.00 WIB saat hujan gerimis mengguyur Kali Surabaya. Tim gabungan yang terbagi dalam kelompok besar, pertama menggunakan 2 perahu karet sedangkan kelompok kedua menggunakan mobil dan mobil laboratirium air.
Memasuki wilayah kota Surabaya tim ini menemukan buangan PT SPINDO (perusahaan pipa).”Pabrik ini memang sudah menjadi incaran Telik sandi kali Surabaya sejak tahun 2005,” Ungkap Amir, pihak telik sandi sudah melaporkan adanya pencemaran yang dilakukan oleh PT Spindo pada berbagai pihak terkait.
Menurut Amirudin Mutaqien PT Spindo selama ini membuang limbah dengan kadar pH yang cukup tinggi dan TDS jauh melebihi standar EPA,” bayangkan saja dalam standar EPA tingkat padatan terlarut atau TDSTotal Dissolved Solid tidak boleh lebih dari 500 ppm namun kenyataanya dari pantauan tim kami TDS PT Spindo dalam pantauan bulan Nopember 2008 mencapai 12000ppm, sedangkan pH nya adalah 4-5 yang menunjukkan tingginya kadar asam-asam kuat dalam limbah PT Spindo,” Ungkap Amirudin yang diangkat menjadi komandan telik sandi sejak Januari 2009.
Tim Telik Sandi kali Surabaya adalah kumpulan pemerhati sungai yang telah dibekali ketrampilan pemantauan kualitas air dan mekanisme pelaporan.
“Dari kegiatan telik sandi ini beberapa perusahaan tidak berkutik karena akurasi laporan yang diberikan sangat tepat, karena anggota telik sandi bermukin didekat perusahaan-perusahaan yang menjadi TO,” Tambah Amirudin, Amir juga berharap agar patroli-patroli di tindaklanjuti dengan upaya penuntutan dan persamaan persepsi antara penyidik, jaksa dan Hakim, karena salama ini tindak pidana lingkungan hanya dikenakan sanksi denda maksimal Rp 5 Juta Rupiah.

Untuk selanjutnya contoh air yang telah diambil dari ketiga perusahaan akan diuji dilaboratorium air Perum Jasa Tirta malang, hasilnya baru diketahui 14 hari kemudian.” Kami yakin kalau ketiga perusahaan ini akan dijerat dengan pasal 41 UUPL 23/97 tentang pengelolaan lingkungan hidup,” Ujar I Gede Astawa didampingi Achmad Syam Wakil Kepala ASA IV Perum Jasa Tirta.

Patroli ini akan terus dilakukan sebagai upaya penegakan hukum bagi pelaku pencemaran di Kali Surabaya.

Telik sandi Dukung Penggrebekan 3 Pabrik Kontributor pencemaran Kali Surabaya

Tim Patroli Gabungan Kali Surabaya yang terdiri dari Polwiltabes Kota Surabaya, Perum Jasa Tirta 1 Malang dan Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur pada Jumat 9 Januari 2009 pukul 18.00 WIB hingga sabtu dini hari berhasil menggrebek 3 perusahaan kontributor pencemaran di Kali Surabaya.
Yang pertama adalah PT SAK (pabrik kertas) pabrik ini kepergok membuang limbah cair berwarna putih kebadan air kali Surabaya.” Saat kami melakukan patroli dan melintas di outlet pembuangan limbah PT SAK, kami menemukan limbah cair yang dibuang berwarna putih susu,” Ujar I Gede Astawa Penyidik dari BLH Jatim, lebih lanjut Gede menyatakan bahwa saat penggrebeka terjadi saat ini air Kali Surabaya sedang tinggi dan menutup sebagian outlet PT SAK sehingga sulit terpantau.
Tim gabungan akhirnya merangsek masuk kedalam perusahaan dan mengambil air limbah kedalam Inlet pabrik. PT SAK.
Sementara itu komandan Telik sandi Kali Surabaya, Amiruddin Mutaqien menyatakan sangat mendukung kegiatan patroli gabungan yang dilakukan oleh Pihak-pihak yang terkai.” Baguslah kalau Pihak-pihak terkait seperti BLH Jatim dan Jasa Tirta sudah mulai serius menangkapi semua perusahaan pencemar di Kali Surabaya,” Ujar Amir pada ecotondotcom. Menurut catatan Telik sandi Kali Surabaya merupakan perusahaan yang kerap melakukan tindak keonaran di kali Surabaya. Pada tahun 2002 perusahaan ini divonis bersalah atas perilaku membuang limbah tanpa diolah diatas Kali Surabaya sehingga pengadilan Negeri Gresik menjatuhkan vonis Rp 5Juta.

Pelaku dugaan pencemaran yang kedua adalah PT TAS, perusahaan yang berdomisili di desa Tenaru ini adalah produsen makanan ringan dan makanan olahan yang membuang limbahnya ke Kali Tengah, padahal dari catatan Telik sandi Kali Surabaya PT TAS ini kerap melakukan tindakan melawan hokum dengan membuang limbah tanpa diolah di Kali Tengah. Desember 2008 PT TAS dibebaskan dari segala dakwaan atas tuduhan pencemaran lingkungan Kali Tengah yang kasusnya ditangani Polda Jatim pada tahun 2005. Sebelumnya pada tahun 90-an pabrik ini hampir saja dibakar warga karena diduga membuang limbah yang menyebabkan kerusakan sawah warga desa Tenaru.

Pada akhir patroli saat mendekati pukul 12.00 WIB saat hujan gerimis mengguyur Kali Surabaya. Tim gabungan yang terbagi dalam kelompok besar, pertama menggunakan 2 perahu karet sedangkan kelompok kedua menggunakan mobil dan mobil laboratirium air.
Memasuki wilayah kota Surabaya tim ini menemukan buangan PT SPINDO (perusahaan pipa).”Pabrik ini memang sudah menjadi incaran Telik sandi kali Surabaya sejak tahun 2005,” Ungkap Amir, pihak telik sandi sudah melaporkan adanya pencemaran yang dilakukan oleh PT Spindo pada berbagai pihak terkait.
Menurut Amirudin Mutaqien PT Spindo selama ini membuang limbah dengan kadar pH yang cukup tinggi dan TDS jauh melebihi standar EPA,” bayangkan saja dalam standar EPA tingkat padatan terlarut atau TDSTotal Dissolved Solid tidak boleh lebih dari 500 ppm namun kenyataanya dari pantauan tim kami TDS PT Spindo dalam pantauan bulan Nopember 2008 mencapai 12000ppm, sedangkan pH nya adalah 4-5 yang menunjukkan tingginya kadar asam-asam kuat dalam limbah PT Spindo,” Ungkap Amirudin yang diangkat menjadi komandan telik sandi sejak Januari 2009.
Tim Telik Sandi kali Surabaya adalah kumpulan pemerhati sungai yang telah dibekali ketrampilan pemantauan kualitas air dan mekanisme pelaporan.
“Dari kegiatan telik sandi ini beberapa perusahaan tidak berkutik karena akurasi laporan yang diberikan sangat tepat, karena anggota telik sandi bermukin didekat perusahaan-perusahaan yang menjadi TO,” Tambah Amirudin, Amir juga berharap agar patroli-patroli di tindaklanjuti dengan upaya penuntutan dan persamaan persepsi antara penyidik, jaksa dan Hakim, karena salama ini tindak pidana lingkungan hanya dikenakan sanksi denda maksimal Rp 5 Juta Rupiah.

Untuk selanjutnya contoh air yang telah diambil dari ketiga perusahaan akan diuji dilaboratorium air Perum Jasa Tirta malang, hasilnya baru diketahui 14 hari kemudian.” Kami yakin kalau ketiga perusahaan ini akan dijerat dengan pasal 41 UUPL 23/97 tentang pengelolaan lingkungan hidup,” Ujar I Gede Astawa didampingi Achmad Syam Wakil Kepala ASA IV Perum Jasa Tirta.

Patroli ini akan terus dilakukan sebagai upaya penegakan hukum bagi pelaku pencemaran di Kali Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: