Rutin Patroli dengan Sepeda, Kenalkan Teknik Biolitik

Ketika Siswa SMP Pun Peduli Lingkungan Kualitas Air Kali Surabaya
Rutin Patroli dengan Sepeda, Kenalkan Teknik Biolitik

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk lingkungan sekitarnya. Termasuk oleh anak-anak. Yakni, memantau kualitas air di sekitarnya dengan menggelar patroli sepeda. Inilah yang dilakukan para siswa di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

KHOIRUL INAYAH, Mojokerto

ADALAH Rizanda Aprillia bersama 10 temannya yang lain tinggal di kawasan Desa Canggu Kecamatan Mlirip Kabupaten Mojokerto. Zaher�-hari siswa yang masih tercatat sebagai relajar SMPN 2 Jetis ini melewati daerah alirah suangi (DAS) Kali Surabaya, yang merupakan anak Sungai Brantas. Setiap berangkat ke sekolah mereka ada yang melewati Mlirip, Kedungklinter dan Canggu.

Dari keseharian inilah, kepedulian menjaga lingkungannya muncul. Apalagi, dari penngamatan mereka setiap hari, kualitas air yang melewati daerahnya tidak kunjung membaik, justru semakin banyak sampah.

Mereka pun didampingi guru kelas sepakat untuk melakukan pemantauan kualitas air Kali Surabaya ini. Untuk melakukan pemantauan ini, ke-11 siswa ini membentuk tim patroli sepeda. ”Kegiatan kami lakukan setiap Kamis sore, dengan bersepeda� menyusuri kali di wilayah Mlirip hingga Jetis. Yang dipantau kondisi sungai dan bantaran sungai,” ujar Rizanda Aprillia.

Ditambahkan, Shella Juni Astrid, anggota tim, saatnya generasi muda seperti dirinya peduli terhadap lingkungan sekitar. Dikhawatirkan, 10 tahun mendatang bencana akan datang karena manusia tidak menjaga lingkungan. ”Orang-orang dewasa sekarang sudah tidak perduli dengan keselamatan dankelestarian sungai,” tutur Shella.

Pemantauan kualitas air ini juga seiring dengan kegiatan Karya Ilmiah Remaja dengan fokus pada pemantauan kualitas air. Kegiatan pemantauan kualitas air dilakukan dengan metode pemantauan Teknik biolitik, yakni pemantauan kualitas air dengan menggunakan Biota Tak bertulang belakang. ”Kami menggunakan serangga air seperti anak capung, nimpha lalat sehari, udang air tawar dan laba-laba air sebagai alat pemantau kualitas air,” ujar Dina Maya Sari Kelas 8A menjelaskan.

Ini berbeda dengan pemantauan yang dilakukan orang-orang atau pemerintah pada umumnya. Yakni pemantauan menggunakan DO meter, pH meter, BOD dan COD. ”Kalau itu kan hanya dimiliki oleh laboratorium perguruan tinggi atau pemerintah,” katanya.

Tetapi, dengan teknik biolitik anak-anak pelajar seusia Dina pun bisa melakukan, serta masyarakat awam pada umumnya. ”Jadi, kita yang masih SMP saja bisa, asal ada kemauan,” katanya.

Hasilnya bagaimana? Ia mencontohkan dalam pemantauan yang dilakukan 19 Februari lalu di daerah Mlirip, Kedungklinter, Canggu dan Jetis menyimpulkan bahwa kawasan hulu Kali Surabaya sudah tercemar sedang, karena dalam penelitian biolitik yang mereka lakukan ditemukan jenis Tubifex (cacing merah) yang dominan. ”Dengan ditemukannya jenis cacing merah yang dominan, maka dapat disimpulkan bahwa kawasan kali Surabaya yang ada di wilayah Mlirip sudah tercemar,” ungkap Bibi Maria Ulfa Siswa Kelas 8, anggota tim lainnya.

Secara detail dari kajian biolitik yang dilakukan selama 2 jam tersebut ditemukan jenis anak capung, anak udang air tawar, keong air tawar. Tapi, yang paling dominan adalah tubifex yang ditemukan lebih dari 20 cacing.

Selain memantu kualitas air, ternyata para tim patroli sepeda ini juga menemukan pelanggaran lain. Misalnya, banyaknya tanggul kali yang dirusak dan diubah fungsinya menjadi pemukiman. Selain itu, ada alih fungsi bantaran menjadi tempat sampah.

”Melihat kondisi ini, kami sepakat untuk menjaga Kali Surabaya dengan melakukan patrol sepeda mini menyusuri Kali Surabaya di Daerah Mlirip hingga Jetis,” ujar Belananda Dwi Arisandi, anggota tim.

Prigi Arisandi, dari Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecoton yang mendampingi kegiatan ini mengaku salut dengan semangat anak-anak yang mau melakukan patroli bersepeda ini. Dikatakannya, hasil pantauan ini akan secara rutin diberikan kepada instansi terkait. Seperti Perum jasa Tirta dan badan Lingkungan Mojokerto. ”Semangatnya luar biasa. Ini patut dicontoh tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa,” katanya. (yr)
(Sumber : http://www.jawapos.co.id/
Radar Mojokerto
[ Kamis, 05 Maret 2009 ]
)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: