ASYIK BANJIR LAGI DI KALI SURABAYA

Asyiknya Banjir Lagi
Bermain air memang mengasyikan, apalagi sambil berenang atau bermain sampan. Tapi sarana bermain yang dilakukan anak-anak di Bambe ini menghawatirkan karena air tempat mereka bermain telah terikut racun limbah industri dan bakteri e-coli yang mudal, keluar dari septic tank yang tergenang air, belum lagi beragam bangkai dan kotoran infeksius (yang mengandung infeksi /dapat menularkan penyakit) yang terbawa genangan air Kali Surabaya yang meluber hingga batas luar tanggul.
Hujan deras sepanjang hari Kamis 5 Maret 2006 di daerah aliran Sungai Brantas dan Kali Surabaya rupanya menambah beban volume air yang harus ditampung dan didistribusikan oleh Kali Surabaya menuju ke Selat Madura. Perjalanan ini semakin berat karena Kali Surabaya harus juga membawa luberan air dari kali Marmoyo, anak Sungai Brantas yang mengalir ke Daerah Sekitar Jombang dan Kecamatan Gedeg Mojokerto, karena Kali Marmoyo tidak memiliki pintu air maka luberan air nyelonong masuk tanpa kulonuwun, tak ambil pusing meskipun air KaliSurabaya sudah kelebihan muatan. Tak ayal lagi air Kali Surabaya meluber menggenangi ribuan pemukiman pada desa-desa di DAS Kali Surabaya. Menurut Laporan Penjaga Pintu Air Gunung Sari yang dihubungi ecoton pada Jumat 6/03/09 dini Hari sekitar pukul 03.00 menyatakan bahwa out flow air Kali Surabaya saat itu sudah jauh diatas batas normal.” Saat ini out flow air di pintu air mencapai 339 m3/Det padahal dalam SOP yang menunjukkan status siaga Merah out flow maksimal adalah 220 m3/Det, sehingga kejadian ini dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa,” Ujar Petuga Jaga Pintu Air Gunung Sari, lebih lanjut petugas ASA IV Perum Jasa Tirta ini membandingkan dengan kejadian banjir pada 31 Januari -1Pebruari 2009 out flow air mencapai 224 m3/Det, petugas yang dihubungi via phone inipun khawatir air akan terus meninggi karena informasi dari Malang (Jasa Tirta Kantor Pusat PengendalianBanjir=red) mengirimkan informasi bahwa sampai empat jam kedepan dari pukul 02.00 WIB volume air akan terus bertambah.
Kondisi banjir pada Maret 2009 ini merupakan peristiwa banjir terbesar, dan hanya pernah terjadi sekali sekitar 75 tahun yang lalu.” Biyen cilikanku tau banjir sampek mlebu omah iki(Dulu waktu saya kecil pernah banjir hingga memasuki rumah saya ini),” Ujar Kasmona 85 Tahun warga Dusun Sarirejo yang kini sudah memiliki 4 orang canggah (keturunan ke empat dari Kasmona). Banjir yang menghampiri warga bantaran Kali Surabaya ini menimbulkan kepanikan tersendiri karena tidak ada informasi sebelum kejadian dari pihak-pihak Terkait seperti Perum Jasa Tirta atau Dinas Pengairan Propinsi Jawa Timur. Banyak warga yang tidak sempat mengungsikan barang elektronik dan perlengkapan dapur seperti Kulkas, magic jar, beras dan bumbu dapur.” Ledeh kabeh mas,”Ujar Mbak Nik yang sudah lima belas tahun tinggal di Bantaran Kali Surabaya. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa air yang cepat masuk kedalam rumah membuat keluarganya tidak sempat menyelamatkan satu satunya Kulkas keluarga dan pompa air.
Dari Pantauan ecoton air Kali Surabaya meluber dan menggenangi Desa Krikilan, Driyorejo, Cangkir, Sumput, Bambe, Tanjung sari, Krembangan, Tawangsari, Sepanjang, Warugunung, Karang Pilang, Pagesangan dan perkembanganyang terjadi pada Jumat pagi (6/03/09) menyebutkan bahwa terjadi kerusakan tanggul disepanjang Kali Wonokromo anak sungai Kali Surabaya. Meskipun mengalami banjir yang cukup parah tidak ada upaya konkret Pemprov untuk melakukan perbaikan fasilitas air di Kali Surabaya. Dalam Wawancara dengan sebuah stasiun radio Surabaya Kepala Dinas Pengairan Jatim Ir. Mustofa Kemal berjanji akan memberi bantuan 2000 karung pasir untuk memperbaikintanggul yang jebol di Kali Surabaya namun kenyataannya hingga jumat malam 2000 kantung pasir dan batang hidung petugas/staff PU Pengairan tidak muncul di lapangan.
Yang paling mengambil keuntungandari banjir ini rupanya hanya anak-anak karena mereka bisa bermain kolam renang-kolam renangan dengan bebas. Asyik Banjir Lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: