SMAN 1 Wringinanom Dirikan Pusat Informasi Perubahan Iklim

Bulan Juni ini seharusnya wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim penghujan namun faktanya hujan deras masih saja mengguyur Jawa Timur terutama wilayah Gresik, bisa jadi telah terjadi perubahan iklim yang mengganggu siklus musim di Jawa Timur. Perubahan iklim yang sedang banyak dibicarakandan dirasakan masyarakat Dunia direspon oleh pelajar-pelajar SMAN 1 Wringinanom dengan melakukan kampanye lingkungan gethok tular informasi tentang perubahan iklim sekaligus memberikan solusi kongkret untuk menyelamatkan bumi agar tidak semakin panas.

Dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup 5 Juni 2009, Pada Kamis (4/6) SMAN 1 Wringianom melakukan launching Pusat Informasi Perubahan Iklim di Bantaran Sungai Kali Surabaya di Desa Sumengko. Dalam rangkaian acara yang dihadiri seluruh pelajar SMAN 1 Wringinanom dan warga desa Sumengko juga diisi dengan beberapa kegiatan, yaitu : festival Band, Lomba Lukis tingkat SD Sekecamatan Wringinanom dan lomba membuat poster. Ketiga lomba ini mengangkat tema tentang Global warming.

Dalam pusat informasi Global Warming di Bantaran Sungai Kali Surabaya di Desa Sumengko berisi informasi lingkungan terkait ekosistem sungai, siklus air, sumber-sumber pencemaran sungai, kegiatan-kegaiatan penyelamatan bantaran yang telah dilakukan oleh masyarakat bersama pelajar SMAN 1 Wringinanom. “ Pusat info yang kami dirikan berisi foto, poster dan banner yang menginformasikan masalah perubahan iklim, ajakan untuk menanam, pentingnya melestarikan sungai, dan data terbaru tentang kondisi bumi yang makin panas,” Putri Novitasari pelajar SMAN 1 Wringinanom yang getol melakukan kampanye perubahan iklim. “Dalam kegiatan launching ini sengaja kami adakan festival band bertemakan perubahan iklim untuk lebih menarik minat remaja untuk lebih peduli masalah bumi yang makin panas,” Lanjut Putri.

Dalam lomba band sekolah yang diikuti lebih dari 23 peserta ini mengharuskan setiap peserta menyanyikan lagu bertemakan lingkungan.

“Kegiatan launching Pusat Informasi Perubahan Iklim dibantaran Kali Surabaya ini diharapkan mampu menyebarkan informasi kepada masyarakat tentang keadaan bumi yang terancam akibat pemanasan global,” Ujar Drs Syamsuddin MPd Wakil Kepala SMAN 1 Wringinanom, lebih lanjut ia menyatakan bahwa keberadaan pusat informasi global warming merupakan gagasan pelajar Climate Change Club SMAN 1 Wringinanom yang ingin berbagi informasi kepada masyarakat luas terkait masalah global warming. “ Kami juga ingin memberikan contoh langkah-langkah kongkret yang bisa setiap individu lakukan untuk menyelamatkan bumi dari perubahan iklim,” Ujar Drs Syamsuddin MPd Wakil Kepala SMAN 1 Wringinanom yang juga menjabat sebagai Pembina Climate Change Club, lebih lanjut Syamsudding menyebutkan bahwa Pelajar-pelajar SMAN 1 Wringinanom telah memberikan contoh kongkret untuk berperan aktif menyelamatkan bumi dari ancaman pemanasan global melalui pengembangan Hutan Tani Bantaran, dimana dengan memanfaatkan bantaran sungai sebagai laboratorium alam maka pelajar secara langsung dapat menimba ilmu tentang lingkungan dan interaksi ekologisnya antara manusia dan alam. Dengan terjaganya fungsi ekologis bantaran maka secara tidak langsung juga menjaga kelestarian fungsi bantaran dan mengurangi efek gas rumah kaca dikawasan Wringinanom yang dijejali oleh aktivitas industri.

Partnership

Konsep rehabilitasi bantaran yang dilakukan oleh Climate Change Club SMAN 1 Wringinanom juga melibatkan banyak fihak seperti Masyarakat desa Sumengko yang secara sukarela menyerahkan pengelolaan lahan bantaran yang selama ini dikelolah sendiri maka melalui program ini secara bersama fihak pelajar menanami bantaran dengan pohon-pohon yang bernilai ekologis seperti pohon nangka, Sukun dan Mangga, sedangkan luas lahan lainnya dapat dikelolah warga seperti biasanya dengan membudidayakan tanaman Polowijo. Selain bekerjasama dengan Masyarakat Climate Change Club SMAN 1 wringinanom juga merangkul Perum Jasa Tirta 1 Malang dan LSM ecoton untuk menjaga kelestarian bantaran.” Program kerjasama antara Desa Sumengko dan SMAN 1 Wringinanom memberikan dampak positif menggiatkan aktivitas konservasi lingkungan di Desa Sumengko, program ini telah memberikan identitas baru pada Desa Kami,” Ungkap Hendro SH Kepala Desa Sumengko, lebih lanjut Kades Sumengko menyatakan bahwa masyarakat luas kini mengenal desa Sumengko sebagai desa yang peduli pada lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: