Sekolah Inisiator penyelesaian Krisis Lingkungan Gresik

Kabupaten Gresik saat ini sedang mengalami eksploitasi sumberdaya alam dan industrialisasi yang menimbulkan perubahan dan pencemaran lingkungan, di Utara rencana reklamasi pantai di Teluk Lamong dan keberadaan belasan pelabuhan serta pembuangan limbah dipesisir gresik berpengaruh signifikan pada kualitas perairan pantai, Eksploitasi gunung-gunung kapur rawan menimbulkan pencemaran udara, industrialisasi di Gresik Selatan sering menimbulkan keresahan masyarakat dan tercemarnya sumber-sumber air. Dalam Kondisi krisis seperti ini dibutuhkan peran aktif semua pihak di Gresik untuk berkontribusi pada penyelesaian masalah lingkungan yang sedang dihadapi selain ancaman pemanasan global.

Untuk merespon kondisi lingkungan gresik yang sedang krisis, Ecoton (Lembaga Kajian Ekologi dan konservasi Lahan Basah) dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik mengadakan acara Training Detektif Lingkungan yang diikuti oleh 30 Pelajar dari SMAN 1 Manyar, SMAN 1 Wringinanom, SMAN 1 Driyorejo, SMAN 1 Kebomas, SMPN 2 Kebomas, SMPN 1 Kedamean dan satu sekolah dari Jombang SMPN 1 Diwek. Kegiatan yang diadakan selama dua hari 27-28 Maret 2010 berlokasi di PPLH Seloliman Trawas didukung oleh PDAM Kota Surabaya dan Ecosystem Grant Programme The Netherlands.

Kegiatan training mengetengahkan Ide inovatif tentang Sekolah Inisiator penyelesaian permasalahan lingkungan hidup dengan prinsip keadilan antargenerasi (Simple). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BLH Kabupaten Gresik Drs Sumarsono MM, Drs Syamsuddin MPd penggagas ide Simple, Daru Setyo Rini Ssi, Msi, Dipl ME pakar lingkungan hidup Jawa Timur dan Andreas Agus Kristanto Pemerhati Sekolah Adiwiyata-ecoton.

Kegiatan training ini mempromosikan gagasan Simple yang bertujuan untuk
1. Mendorong warga Sekolah (pengambil kebijakan sekolah, Guru, karyawan & murid) untuk proaktif mengidentifikasi permasalahan lingkungan hidup disekitar sekolah.
2. Mendorong sekolah untuk proaktif menganalisa dan memberikan solusi penyelesaian lingkungan hidup di Kabupaten Gresik.
“Diperlukan partisipasi sekolah-sekolah di Kabupaten Gresik untuk mengambil peran memikirkan solusi terbaik untuk permasalahan lingkungan di Gresik, sebagai wujud kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan.” Ungkap Drs Syamsuddin MPd lebih lanjut ia menambahkan bahwa Simple memberi peluang siswa untuk mengembangkan diri dan kemapuan analisis serta berfikir solusi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: